Penerapan Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Sehari – Hari

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM
KEHIDUPAN SEHARI HARI

Disusun Oleh : Lailatul  Istiqomah, S.Ag, pengajar TPQ / DTA / DTW Darussalam Batam Kepri

============================================================================

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt tuhan  semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, para sahabat, keluarga, dan orang orang yang mengikuti ajarannya hingga hari akhir nanti

Di tengah banyaknya persoalan di negeri ini, ada beberapa fenomena menarik yang perlu direnungkan. Diantaranya meningkatnya kritis figur yang bisa dijadikan teladan bagi anak didik kita  khususnya generasi muda. Remaja bahkan anak anak sebagian dari mereka  yang tidak terarah telah kehilangan idola yang bisa dijadikan panutan atau teladan. Apalagi di zaman melinial ini telah banyak bermunculan berbagai prilaku anak didik kita dengan mudahnya mengakses berita atau hiburan hiburan  yang sangat menarik baik positif maupun negatif. Tinggal bagaimana kita mampu mengarahkan dan mengontrol akhlaq anak didik kita.

Sebagian generasi anak bangsa saat ini nyaris memfigurkan apa yang ada didunia maya. Baik anak anak, remaja, maupun orang dewasa. Maka diperlukan dari sekarang pendidikan berkarakter, yang memiliki tujuan untuk menanamkan nilai nilai moral, spiritual serta pengetahuan yang relevan agar generasi berikutnya menjadi lebih baik dan mampu membentengi diri dari kehancuran akhlaq  atau prilaku yang tidak sesuai dengan norma norma agama dan bangsa.

Batam, 2 September  2019
Penulis
Lailatul Istiqomah S.Ag

 

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Masalah

Hakikat proses belajar  merupakan  proses perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun  sikap. Bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Hasil kegiatan belajar mengajar tercermin dalam perubahan perilaku, baik secara material substansial, struktur fungsional maupun secara behavior.

Penerapan pendidikan karekter dalam kehidupan sehari hari pada saat sekarang ini, harus ada kerja sama antara orang tua  peserta didik dan guru. Belum lagi ketika lingkungan tidak mendukung akan pentingnya generasi yang berakhlaqul karimah.

Pada saat ini generasi melenial lebih cenderung mendapatkan figur yang sangat mereka sukai  didunia maya. Dengan canggihnya teknologi digital pada saat ini, maka sebagai orang tua ataupun  pendidik  formal maupun non formal harus lebih teliti dan sabar dalam menghadapi dan mengarahkan mereka untuk lebih menyeimbangkan antara prilaku dan emosionalnya. Maka diharapkan kita sebagai pendidik ataupun orang  tua harus  memiliki pengetahuan agama. Ilmu pengetahuan yang dimiliki generasi kita harus seimbang dengan agama, agar generasi kita mampu menjadi generasi yang berkarekter Qur’ani tentunya.

Permasalahannya adalah ketika mereka jauh dari keteladan yang baik bagaimana mengatasinya. Karena sekarang ini ada sebagian besar dari generasi kita tidak lagi faham dengan akhlaq akhlaq yang dicontohkan oleh rosululloh SAW.

Sebagian dari generasi sekarang banyak disibukkan dengan berbagai macam aplikasi aplikasi yang menarik untuk mereka tonton tanpa kita ketahui apa yang mereka saksika baik yang posifit maupun negatif. Sudah saatnya kita kembali pada keteladanan yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW, yaitu bagaimana cara kita menumbuhkan kembali generasi yang berkarekter dalam kehidupan sehari hari, ditengah berkembangnya teknologi cangkih yang kita lihat pada saat ini. Mampukah kita membimbing mereka  dengan peradaban yang kita lihat sekarang ini

  1. Rumusan Masalah
  • Bagaimanakah cara kita sebagai Pendidik untuk dapat mewujudkan atau merapkan  pendidikan berkarekter dalam kehidupan sehari hari?
  • Langkah apa yang harus kita lakukan sebagai  ornag tua dalam berperan untuk dapat mewujudkan pendidikan berkarekter dalam kehidupan sehari hari?
  • Solusi apa yang sebaiknya kita lakukan untuk generasi kita dengan adanya kemajuan teknologi di zamal melinal ini?
    1. Tujuan Penulisan
  • Dapat mengetahui cara mewujudkan penerapan pendidikan berkarekter dalam kehidupan sehari hari dilingkungan sekolah
  • Orang tua dapat berperan aktif dalam pendidikan anak baik dirumah maupun dilingkungan tempat tinggal
  • Dapat kembali pada tuntunan dan keteladan yang rosululloh miliki untuk kita jadikan sebagai pedoman untuk mewujudkan penerapan pendidikan berkarekter

PEMBAHASAN

Sebagaimana kita ketahui bahwa  kemajuan teknologi saat ini sangat berdampak pada  akhlaq  generasi  melenial, baik  anak anak, remaja /dewasa bahkan orang tua . Sehingga apa yang harus kita lakukan sebagai pendidik untuk membentuk karekter anak  didik yang baik, membutuhkan keteladan.yang baik  dari orang tua,  lingkungan dan  disekolah tentunya.

Walaupun di sekolah formal saat ini gencar gencarnya dilaksanakannya kurikulum 13 yang tercantum dalam PERMEN DIKBUD 37 2018   yang  didalamnya diantaranya meliputi kecakapan Abad 21 dan Nilai karekter. Sehingga kita sebagai pendidik harus mampu mewujudkan hal tersebut dengan cara adanya kerja sama antara orng tua dan pendidik. Dikarenakan pada saat ini  teknologi sangat canggih,  maka penerapan pendidkan berkarekter yang di lingkungan sekolah harus dengan sungguh sunggh kita kontrol. Karena pada saat dirumah mereka akan bebas mengakses berbagai macam informasi baik yang positif maupun yang negatif .

Bagi siswa yang tidak memiliki hand phone android, maka mereka akan mencari tempat dimana tersedia internet. Terkadang mereka ke warnet, atau ke cafe cafe yang tersedia WIFI untuk mereka gunakan. Bagi yang memiliki kreatifitas yang positif mereka bisa memdapatkan ilmu yang bermanfaat, namun bagi generasi kita yang saat ini mengalami fase puberitas, mereka akan mencari jati diri melalui dunia maya, yang menurut mereka  lebih baik dan lebih efisien mengatasi masalah.

Maka bila kontrol orang tua tidak ada, pendidkikan berkarekter belum bisa dilkasanakan.Maka orang tua sendiri juga harus memberi teladan yang baik bagi anak – anaknya. Sehingga akan terlaksanalah tujuan pendidikan yang berkarekter baik di sekolah maupun dilingkungan kita dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai ummat Islam kita harus tepat  meletakkan pedidikan untuk anak kita  sebagai generasi penerus bangsa di lembaga pendidikan yang menanamkan pendidikan keagamaan. Bagi orang tua yang mengamanahkan pendidikan putra putrinya di pondok pesantren mungkin akan  lebih tenang. Dikarenakan di pondok pesantren ada peraturan  peraturan yang harus mereka taati. Dan mereka terarah dalam bimbingan asatidz dan ustadzahnya.Namun bagi orang tua yang mengamanahkan putra putrinya  di sekolah yang  tidak berbasis boarding school, harus dapat mengontrol anak anak kita ketika sudah dirumah.

Maka kita sebagai orang tua harus banyak membekali ilmu agama, agar mereka mampu mengendalikan diri dari hal hal yang negatif. Bagaimana caranya, bagi orang tua yang sibuk dengan pekerjaan atau kariernya, maka pendidikan yang tepat bagi anak anak kita adalah di pondok pesantren. Namun bila orang tua mampu membagi waktunya sebagian untuk anak anaknya, Insyaa Alloh pendidikan berkarekter akan tercapai walaupun tidak di pesantren. Mari kita contoh dan teladani rosululloh Saw bagaimana rosululloh menggunakan waktu. kita tanamkan pada anak anak kita untuk menggunakan waktu, Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Asr ayat 1- 3 Allah berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

artinya: Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali ( yang tidak merugi) adalah orang orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Dan mereka berwasiat dengan benar dan mereka berwasiat dengan kesabaran. Kemudian dalam Q.S  Al-Insyiroh ayat 7 – 8

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (Al-Insyirah 94:7)

فَٱرْغَب رَبِّكَ وَإِلَىٰ

artinya: maka segeralah kerjakan pekerjaan yang lain. Dan kepada Tuhanmulah engkau berharap.

Dari dua ayat diatas maka rosululloh SAW membagi waktu beliau menjadi enam bagian:

Pertama   : Waktu untuk berda’wah menebarkan agama islam
Kedua     : Waktu untuk memimpin negara dan mengurus ummat dalam mencapai kesejahteraan hidup
Ketiga    : Waktu untuk berusaha mencari rezky dan mengurus keluarga
Keempat  : Waktu untuk beribadah dan berdzikir pada Alloh  SWT
Kelima    : Waktu untuk menyelesaikan masalah masalah ummat bila diantara mereka ada masalah  (  perkara )  yang akan diselesaikan
Keenam   : Waktu untuk Istirahat dan tidur

Rosululloh SAW memberikan keteladan kepada kita bagaimana managemen waktu yang baik dan efektif dengan menggunakan teori yang diajarkan Alloh dua ayat diatas bahwa waktu itu hendaknya digunakan dengan sebaik baiknya. Apabila rosululloh SAW telah selesai dalam mengerjakan suatu pekerjaan maka beliau kerjakan pekerjaan yang lain sambil berdo’a dan berserah diri kepada Alloh, semoga Alloh SWT memberkahi setiap langkah.

Terkait dengan adanya pendidikan berkarekter pada dasarnya kita  sebagai orang tua mampu mewujudkan hal tersebut  apabila kita sebagai orang tua dapat memberi contoh keteladanan yang baik  dalam tingkah laku baik perkataan maupun perbuatan.

Kegiatan keagamaan dikalangan remaja sebaiknya diadakan dilingkungan masyarakat, guna menampung dan menginspirasi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat yang positif. Dan untuk para orang tua memperbanyak mengkaji ulang ilmu agama kembali guna membekali diri dalam mendidik generasi kita yang berkarakter Qur’ani yaitu sesuai tuntunan dalam agama. Sesungguhnya pendidikan sosial bagi anak sangatlah penting, Rosululloh memberikan contoh yang sangat sederhana dan mudah untuk diamalkan oleh anak anak untuk kehidupan sehari melalui pembiasaan dari kecil. Contohnya:

  • mengucapkan salam yaitu sebuah ucapan namun sangat bermakna bagi ummat islam dalam mu’amalah ma’a nnas atau hubungan kemanusian baik dari kalangan anak anak, remaja, dewasa maupun orang tua
  • Rosululloh pernah melaksanakan shalat berjam’ah ditemani oleh cucunya hasan husain. Yang mengandung makna pembiasaan shalat dari sejak balita walaupun fase yang mereka alami adalah fase bermain
  • Menghormati dan mempunyai rasa belas kasian pada orang orang yang lemah

Maka untuk membentuk pendidikan yang berkarekter dibutuhkan proses dan keteladanan yang baik di lingkungan sekolah, rumah  maupun dilingkungan masyarakat.Karena kesuksesan anak didik kita tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih disekolah, namun akhlaq yang paling utama harus dibangun dan dimiliki oleh semua anak didik, agar seimbang antara kecerdasan pengetahuann dan sikap emosionalnya.

Pada prinsipnya manusia tadak ada yang gagal dalam meraih sebuah impian, namun karena ada prinsip prinsip yang salah dan pemikiran yang tidak jernih, maka akan menimbulkan suatu tindakan yang salah pula. Yang pada akhirnya menjerumuskan manusia pada jurang kehancuran dan kegagalan. Semua ini telah dijelaskan didalam Al Qur’an. Al Qur’an adalah pembimbing menuju kebahagian, memberikan prinsip dasar yang dapat dijadikan pegangan untuk mencapai keberhasilan dan kesejahteraan baik lahir maupun bathin. Dalam Al Qur’an juga memberikan peneguhan agar manusia memiliki kepercayaan diri yang sejati dan mampu memberikan motifasi yang kuat dan prinsip yang teguh.Sebagaimana dalam Q.S Annur ayat : 1 1

سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنْزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Arti: (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Pada dasarnya  pendidikan berkarakter akan terlaksana  dalam kehidupan sehari hari apabila ada keteladanan yang baik terutama dibidang akhlaq atau prilaku yang tentunya kita sebagai ummat islam berpedoman  pada Al Qur’an  dan Assunnah. Sehingga dengan adanya pembiasaan yang baik sejak kecil, ketika dewasa akan mudah kita bentuk menjadi generasi yang cerdas dan berakhlaqul karimah. Dan  mereka siap  menjadi  generasi penerus agama dan bangsa, walaupun menghadapi zaman yang penuh dengan tantangan dalam segala bidang dengan adanya  kemajuan teknologi . Maka sebaiknya kita tetap menjadikan rosululloh  SAW sebagai contoh dan teladan dalam kehidupan kita sehari hari.

Daftar pustaka

  1. Al Hasyimi Abdul Hamid, Tahun 2001, Mendidik Ala Rosulullah, kampung melayu Jakarta selatan: Pustaka Azzam
  2. Agustian Ari Ginanjar, Tahun 2005, Rahasia Sukses Membangun kecerdasan emosi dan spiritual ESQ, Pondok Pinang Jakarta, Penerbit Arga
  3. Djamarah Syaiful Bahri, Aswan zain, Tahun 2002, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Penerbit  PT.RINEKA CIPTA

4  Andi Bastoni Hepi, tahun 2008, 101 sahabat nabi, Cipinang muara raya 63 Jakarta Timur: Penerbit Pustaka Alkautsar

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top