Darussalam Mengaji, Mulai dari Istighosah sampai Belajar Tajwid

Tepat pada hari sabtu tanggal 31 Agustus 2019, Yayasan Darussalam Batam melaksanakan Program Pembinaan Guru dan Karyawan Yayasan Darussalam yang Perdana. Saya beserta para guru dan karyawan Yayasan Darussalam lainnya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Kira-kira pukul 07.15, para guru dan karyawan sudah mulai berkumpul di mesjid Al Murid, ada beberapa dari mereka yang langsung melaksanakan shalat dhuha terlebih dahulu sebelum kegiatan dimulai.

Acara dimulai dengan membaca sholawat nabi bersama-sama dengan dipandu oleh salah satu orang. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna bersama-sama, adapun pembacaan istighotsah dan sholawat ibadillah dipimpin oleh ustadz H. Roziqin. Setelah itu,disambung lagi dengan sambutan dari bapak H. Asep Rohmat, S.T selaku ketua umum yayasan dan juga sambutan dari bapak Purnomo, ST selaku pembina yayasan Darussalam Batam.

Moment ini menjadi sangat luar biasa ketika bapak ustadz Agil Misbach, SH, MHI menyampaikan materi dari hadis Arba’in sembari memberikan uraian atau penjelasan dari setiap kalimat yang ada pada bagian hadis Al Awwal secara detail, kiranya penulis bisa mengulang sedikit dari hasil penyampaian bapak ustadz tentang hadis Arba,in pada bagian  al Awwal adalah dalam melakukan sesuatu harus dimulai dengan niat, dari pemimpin kaum mu’minin, bapaknya Hafsah yaitu Umar bin Khattab radiallahu anhu, ketika mendengar rasul sallallahualaihi wasalim bersabda “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju”.

Tepat pada pukul 10.00 dibuka sesi tanya jawab, para guru dan karyawan yang menghadiri kegiatan sangat antusias untuk menyampaikan pertanyaan kepada bapak ustadz, sampai-sampai tak terasa waktu untuk sesi pertama dan kedua sudah lewat. Sesi kedua ditutup dilanjutkan break dan pembagian snack, setelah menikmati snack yang disiapkan oleh panitia, para guru atau karyawan yang tidak berhalangan melakukan shalat dhuha dan ada juga yang membaca Al- Qur’an sambil menunggu sesi selanjutnya.

Sekitar pukul 10.30 acara dilanjutkan kembali dengan pelajaran tajwid oleh bapak ustadz Abdul Rosyid, LC, karena ini merupakan pertemun perdana, pak ustadz hanya memberikan motivasi tentang bagaimana caranya untuk mempertahankan hafalan, yaitu dengan cara membetulkan bacaan terlebih dahulu baru selanjutnya dihafalkan, kemudian sering-seringlah membaca hafalannya pada shalat sunat atau fardhu, dan pak ustadz juga meminta beberapa hadirin dari pihak laki-laki dan perempuan untuk mebaca sedikit dari surah di Al-Qur,an.kemudian pada pukul 12.00 dilakukan sesi tanya jawab lagi.

Akhirnya acara ditutup dengan doa berasama dan selesai pada kira-kira pukul 12.00, dilanjutkan dengan shalat Dzuhur berjamaah dan pembagian makan siang.

By: Mimis

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top