Guru SMKIT Darussalam Dibekali Keterampilan Mewujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak

Dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik, SMKIT Darussalam menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru dengan tema “Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Bebas dari Kekerasan Fisik maupun Non Fisik” pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di ruang serbaguna SMKIT Darussalam.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMKIT Darussalam, Ustadz Yanto Budiyanto, SE. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, serta menggembirakan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi rambu-rambu etis bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis peserta didik.

Sebagai narasumber, sekolah menghadirkan Ibu Dini Rakhmawati, M.Psi., Psikolog dari Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Beliau membawakan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, di antaranya:

  • Tanda-tanda kekerasan dan bentuk-bentuk kekerasan di sekolah, serta bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa.
  • Pengenalan prinsip 4R untuk guru (Recognize, Recorder, Respond, Refer) sebagai langkah awal dalam menangani indikasi kekerasan di sekolah.
  • Ciri-ciri sekolah yang aman secara psikologis, yaitu adanya iklim emosi positif, komunikasi terbuka, serta kehadiran guru yang peduli.
  • Strategi menciptakan sekolah aman, di antaranya melalui peer support system dan komunikasi 3A (Afirmasi, Atensi, dan Akomodasi).
  • Pengenalan konsep Safe Corner atau ruang tenang siswa sebagai tempat bagi siswa yang membutuhkan ruang refleksi dan ketenangan.
  • Pertolongan Psikologis Awal (Psychological First Aid / PFA) dengan langkah tenangkan, dengarkan, validasi, dan hubungkan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan hangat, terutama pada sesi tanya jawab, di mana para guru sangat antusias berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan terkait kasus nyata yang pernah mereka hadapi di sekolah.

Salah satu penanya, Miss Asiqa, selaku Waka Kesiswaan, menanyakan tentang peran orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Menanggapi hal tersebut, Ibu Dini Rakhmawati memberikan arahan yang sangat baik, menekankan bahwa peran orang tua dan siswa sama pentingnya dengan peran guru. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Selain itu, Ibu Ilma Mardatillah, salah satu guru BK, mengaku sangat terkesan dengan penyampaian materi. Ia bahkan meneteskan air mata saat mendengar penjelasan tentang pentingnya peran guru sebagai sosok yang mampu menjadi tempat aman bagi siswa yang mengalami tekanan psikologis. Bagi beliau, pelatihan ini menjadi pengingat mendalam tentang besarnya tanggung jawab dan kasih sayang seorang guru dalam mendampingi anak-anak di sekolah.

Secara keseluruhan, kegiatan ini mendapat respon positif dari seluruh guru dan peserta. Mereka merasa mendapatkan banyak ilmu baru sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.

Melalui pelatihan ini, SMKIT Darussalam menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya sekolah yang aman, sehat, dan berdaya dukung tinggi bagi perkembangan peserta didik.
Dengan guru yang kompeten dan penuh empati, sekolah yakin dapat mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan kaya akan kepedulian.

 

Penulis : Yanto Budiyanto, SE

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top