Dewan Guru Yayasan Darussalam Batam

PROPOSAL UPGRADING & TEAM BUILDING KE -16 YAYASAN DARUSSSALAM BATAM

  1. PEDAHULUAN

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” –Ali Bin Abi Thalib. 

Setiap tahun program peningkatan kualitas guru dan karyawan Yayasan Darussalam Batam yang dikemas dalam bentuk Upgrading dan Team Building diselenggarakan. Acara tersebut tahun ini akan digelar untuk ke enambelas kalinya. Bila dulu, awal–awal tahun pelaksanaan, pesertanya hanya terdiri dari puluhan guru dan karyawan, tahun ini karyawan dan guru yang akan menjadi peserta hampr 200-an orang.

Melesatnya kemajuan sekolah di lingkungan Yayasan Darusalam tidak bisa dipisahkan dari rutinitas tahunan penyelenggaraan kegiatan yang biasa dillaksanakan dua hari ini. Kegiatan yang khusus mengupgrade kebutuhan guru untuk persiapan satu tahun dalam penyelenggaran pendidikan secara umum cukup terpenuhi. Hari pertama berupa pemaparan teoritis tentang sekelumit masalah pendidikan bisa berupa materi psikologi, model pembelajaran, motivasi atau manajemen. Berharap dengan sesi kegiatan ini dapat membekali guru dalam berinteraksi dengan siswa pada tahun pelajaran baru dan atau mempertajam kemampuan dalam bidang keguruan.

Hari Kedua Guru diajak untuk mengintegrasikan dirinya dengan lingkungan yayasan Darussalam. Kegiatannya berupa permainan-permaianan yang menggugah rasa kebersamaan, kekompakan, persaudaraan. Mempertajam instuisi kepemimpinan, rasa percaya diri dan membangun network.

Menginjak tahun pelaksanaan upgrading ke-16 ini dunia pendidikan dihadapkan pada masalah yang beberapa tahun terakhir ini merayapi peserta didik. Cepatnya perkembangan  teknologi informasi dengan ditandai lahirnya smartphone disertai dengan fitur-fitur yang menarik dan munculnya media chat serta media sosial yang membuat penggunanya lupa waktu. Di lain sisi, faktor harga gadget yang makin terjangkau memungkinkan setiap orang memilikinya tak terkecuali seorang pelajar. Di sinilah mulai timbul masalah, kebiasaan siswa mulai bergeser, siswa lebih tertarik dengan gadgetnya.

Penggunaan gadget di kalangan pelajar merupakan hal yang wajar,  malah boleh dikata gadget merupakan bagian penting dari aktivitas seorang pelajar. Hanya saja, keberadaan gadget di tangan pelajar bisa berdampak positif maupun negatif. Positifnya, siswa dapat mengakses informasi secara cepat dan juga siswa dapat dengan mudah berkomunikasi.  Gadget pun menjadikan pelajar tidak gagap teknologi.

Sisi negatifnya dari keberadaan gadget yakni :

  1. gadget dapat mengganggu belajar siswa, siswa lebih asyik dengan gadgetnya sementara kegiatan belajar terabaikan. Waktu yang seharusnya untuk belajar malah dipakai untuk chating atau main game.
  2. Gadgetpun bisa berakibat pada perubahan perilaku. Gadget terhubung secara global, budaya dan perilaku dari beragai penjuru dunia ikut mempengaruhi perilaku penggunanya.
  3. Menurut penelitian, gadgetpun dapat mempengaruhi kesehatan siswa, radiasi yang timbulkan dapat meningkatkan resiko kanker akibat radiasi yang dipancarkan. Selain itu, penggunaan ponsel lebih dari 30 menit bisa mengakibatkan ketulian (acoustik neourema), dan kontak mata penggunanaan cahaya secara berkala pada ponsel, komputer, tablet dan lain bisa mengakibatkan perih pada mata dan lebih parahnya bisa menimbulkan rabun dekat.

Adapun Permasalahan real di lapangan yang dihadapi oleh guru-guru di yayasan Darussalam dampak dari penggunaan gadget di kalangan siswa adalah beberapa siswa mulai kecanduan dengan gadgetnya. Siswa mulai abai dengan kewajibannya sebagai pelajar. Lupa waktu dalam penggunaannya dan terlalu asyik dengan smartphonennya. Bila hal ini dibiarkan maka alhasil akan adanya penurunan dalam kwalitas perkembangan pendidikan siswa.

Ada pemikiran dari beberapa kalangan dalam mengatasi dampak negatif adanya gadget adalah dengan memisahkan pelajar dengan gadgetnya. Solusi ini hanya bisa diterapkan bila semua orang tua dan guru berhenti menggunakan ponselnya. Bila aturan ini diberlakukan hanya untuk pelajar dan orang tua dan guru masih memakainya, malahan bakal ada masalah baru yang muncul.

BIla merujuk hasil penelitian yang dilakukan Universitas Cambridge terhadap pelajar di Indonesia, yang menempatkan siswa Indonesia sebagai pengguna tertinggi teknologi di dalam kelas  dibanding siswa di negara lainnya. Hasil lainnya,  67% siswa  dari 504 yang diteliti menggunakan gadget untuk pembelajaran di dalam kelas dan sekitar 81% menggunakan gadget untuk mengerjakan rumah. Bila Berdasar pada penelitian ini berarti masalah bukan pada keberadaan  teknologinya namun dalam penggunaannya.

Dalam hal ini peran aktif guru dan orang tua siswa dalam mengawasi dan mengarahkan penggunaan gadget diperlukan. Langkah apa saja yang harus dilakukan? keterampilan apa yang harus dimiliki? Pendekatan apa yang harus dterapkan? Sistem apa yang harus dibangun? Dan bagaimana cara menerapkannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan muncul sebagai usaha agar pengawasan dapat efektif.

Sudah saatnya guru-guru Darussalam ikut memikirkan hal tersebut dengan fokus. Bagaimana cara mensiasati penggunaan gadget ditangan siswa agar keberadaannya dapat menunjang pembelajaran. Bagaimana cara menggiring siswa untuk bisa memaanfaatkan android yang digenggamnya untuk kemudahan dalam belajar.

Semoga kegiatan Upgrading dan team buliding pada tahun ini, dapat menginspirasi dan juga terciptanya ide-ide cemerlang dari civitas Yayasan Darussalam Batam untuk meredam keresahan dan kegundahan dunia pendidikan khususnya di lingkungan pendidikan Darussalam.

  1. TUJUAN DAN MANFAAT
  2. Meningkatkan wawasan guru dalam bidang teknolgi modern dalm kaitannya dengan masalah perkembangan pendidikan siswa
  3. Membuka pemikiran atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan berkaitan dengan pesatnya pekermbangan teknologi
  4. Memotivasi guru untuk secara aktif memonitor penggunaan gadget di kalangan siswa
  5. Menghasilkan strategi yang paling baik agar siswa dapat menggunakan gadget dengan tepat.
  6. Menambah skill di kalangan guru tentang pemanfaatan aplikasi pendidikan.
  7. Secara bertahap mendorong guru untuk mengubah sistem pengajaran mengarah kepada sistem digital.
  8. Dapat memanfaatkan sarana blog, sosial media, aplikasi android, sebesar-besarnya untuk pengajaran.
  1. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini berjudul : Upgrading dan Team Building 16th

  1. TEMA

Tema : Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di Era Revolusi Industri 4.0, membentuk anak yang kreatif, inovatif dan kompetitif

.

  • TEMPAT DAN PELAKSANAN KEGIATAN

Hari Pertama        : Hotel Nagoya Plaza, 13 Juli 2019 (08.30 s.d. 16.30)

Hari Kedua            : Hutan BAC, 14 Juli 2019 (08.00 s.d. 16.00)

  • PEMATERI

Wijaya Kusumah,S.Pd., M.Pd. Lab School, Jakarta (Hari I)

Batam Adventure Club (Hari 2)

  • PESERTA

Kegiatan ini melibatkan seluruh guru dan karyawan Darussalam Batam. Jumlah peserta 180 orang.

  • SUSUNAN KEPANITIAAN (terlampir)
  • SUSUNAN ACARA (terlampir)
  • ANGGARAN BIAYA

Biaya untuk penyelenggaraan kegaitan 2 hari ini memerlukan biaya kurang lebih 100 juta, bersumber dari yayasan dan dari sumber lainnya.

  • PENUTUP

Demikian Proposal ini kami susun, mudah-mudahan Allah Swt memberikan kelancaran dalam penyelenggaran kegiatan Upagrading dan team building tahun ini. Dan semoga pendidikan di lingkungan Darussalam Batam makin baik, makin berprestasi dan Berkelas. Aamiin ya Robbal alamin.

Batam, 25 Mei 2019

Ketua Pelaksana

Omas Sauludin, S.Pd.

Mengetahui, Kepala RA             1.         Kepsek SDIT 01   2.Kepsek SDIT 02   3.   Kepsek SMPIT 01 4.Kepsek SMKIT DBS 01    5.Kepala TPA/TPQ              6.Kepala ASMA Sempoa    7.

Menyetujui,

Ketua Yayasan Darussalam Batam

H. Asep Rohmat, S.T.

PROPOSAL

UPGRADING DAN TEAM BUILDING 16th

YAYASAN DARUSSALAM BATAM

NAGOYA PLAZA, 13 JULI 2019

HUTAN BAC, 14 JULI 2019

YAYASAN DARUSSALAM BATAM

Komplek Pendidikan Darussalam 2

Taman Jaya Asri, Buliang Batu Aji,

Kota Batam – Kepulauan Riau

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top