KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMPIT DARUSSALAM 01 BATAM

DARUSSALAMBATAM.COM- Pembukaan UUD NRI 1945 sebagai pokok kaidah fundamental memuat tujuan negara Indonesia, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan ini mencakup cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Untuk mencapai tujuan tersebut, semua jalur pendidikan baik formal, informal, dan nonformal memiliki peran yang strategis. SMPIT Darussalam 01 Batam sebagai lembaga pendidikan formal berupaya untuk mendidik generasi penerus bangsa memiliki ketiga kecerdasan secara seimbang. Hal ini sangat penting untuk mendorong siswa terus berusaha mencapai cita-citanya dengan berlandaskan pada hak kewajibannya sebagai makhluk sosial dan kodrat sebagai hamba Allah SWT. Apalagi menurut Joseph Zins (2001) permasalahan kecerdasan emosi anak menjadi faktor penyebab kegagalan anak di sekolah, diantaranya faktor rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi. Jadi kegagalan prestasi anak bukan hanya karena kemampuan kognitifnya.

Untuk itu, selain terus meningkatkan kualitas pembelajaran dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan kurikulum Islam Terpadu, SMPIT Darussalam 01 Batam juga melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler.  Menurut Anifral Hendri (2008: 1-2), kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.

Kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk dilaksanakan, karena selain dapat mengeksplorasi dan mengembangkan bakat serta minat siswa, hal ini juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk pendidikan karakter. Hal ini seperti yang dikemukan Karim (2013: 2) melalui  ekstrakurikuler  siswa  diarahkan  memiliki  karakter  yang abadi dan universal seperti kejujuran, kedisiplinan, menghargai pluralisme, mempunyai empati dan simpati. Semua aspek ini akan sangat menunjang kesuksesan peserta didik kelak di masa mendatang.

Kegiatan ekstrakurikuler di SMPIT Darussalam 01 Batam dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Pada awalnya, kepala sekolah akan berkoordinasi dengan wakil kepala bagian kesiswaan (Wakasis) mengenai jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan. Kemudian Wakasis berkomunikasi dengan wakil kepala bagian sarana prasaran (Wakasarpras) memastikan ketersediaan sarana prasana. Wakasis juga dengan memperhatikan masukan dari guru akan segera mengidentifikasi kegiatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan potensi siswa. Setiap siswa diberi kesempatan untuk memilih ekskul yang diminatinya. Hal ini penting dalam penyusunan program ekstrakurikuer sesuai dengan yang dikemukakan oleh suwarti (2012: 11), faktor‐faktor yang diperhatikan dalam penyusunan program ekstrakurikuler antara lain  kemampuan dan keahlian dari siswa, ketersediaan dana, ketersediaan SDM dan sarana prasarana yang ada.

Kegiatan ekstrakurikuler meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pertama, perencanaan. Kepala sekolah membuat surat keputusan tentang macam-macam kegiatan yang akan dilaksanakan disertai dengan pembinanya. Untuk Pembina ekskul di SMPIT Darussalam 01 Batam ada yang ditugaskan kepada guru sebagai tugas tambahan dan ada yang berasal dari luar. Hal ini dilaksanakan sebagai implementasi ‘the right man on the right place’. Kepala sekolah melalui Wakasis menugaskan pembina ekskul untuk menyusun silabus kegiatan. Silabus yang sudah disusun akan dianalisa oleh kepala sekolah, kesesuaian antara program, tujuan, dan target yang akan dicapai. Wakasis juga akan mempersiapkan blanko absensi siswa dan kehadiran Pembina. Dengan kondisi ini diharapkan pelaksanaan kegiatan maksimal.

Kedua, pelaksanaan. Kegiatan ekstrakurikuler di SMPIT Darussalam 01 Batam dilaksanakan sesuai dengan yang sudah direncanakan yaitu di luar jam pelajaran dan sesuai dengan silabus. Kegiatan ini mencakup ekskul wajib dan pilihan. Berdasarkan kurikulum 2013, pramuka merupakan ekskul wajib. Sementara ekskul pilihan pada tahun pelajaran 2019/2020 sekarang diantaranya Jurnalistik, Badminton, Karate, Volley Ball, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Musik Tradisional, Desain Grafis, English Club, Muhadatsah, Elektronika, Hadroh, dan PMR. Untuk pelaksanaan kegiatan juga terjadwal, hal ini melatih anak untuk disiplin. Masing-masing pembina ekskul juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter sesuai dengan kegiatan. Misalnya Pembina pramuka membimbing siswa untuk memiliki tanggungjawab, kerjasama, kepemimpinan, keberanian, pantang menyerah, kreatif, cinta tanah air, dan bela negara. Untuk jurnalistik diintegrasikan sikap kejujuran, kerja keras, kreativitas. Sementara dalam Volley Ball  di bimbing untuk bekerjasama, tanggungjawab, pantang menyerah, dan sportivitas.

Pada umumnya, siswa mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan senang karena sesuai pilihan masing-masing. Sehingga selain untuk membimbing pengembangan potensi dan bakat siswa, ekstrakurikuler juga untuk memfasilitasi anak untuk terus gembira dan bahagia. Pada dasarnya kondisi ini, sesuai dengan yang dikemukakan oleh Anifral Hendri (2008: 2) mengenai fungsi kegiatan ekstrakurikuler yaitu sebagai pengembangan (potensi, bakat dan minat peserta didik), fungsi sosial (kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial), rekreatif (mengembangkan suasana rileks), dan persiapan karir peserta didik.

Ketiga, evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMPIT Darussalam 01 Batam dievaluasi secara berkala. Hal ini dilaksanakan melalui rapat koordinasi. Dalam rapat tersebut pembina akan menyampaikan kondisi pelaksanaan ekskul di lapangan. Wakasis juga akan menyampaikan evaluasi berdasarkan absensi. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebagai titik tolak perbaikan pelaksanaan ekskul selanjutnya, baik dalam hal pengembangan bakat dan potensi, maupun kompetensi sosial siswa. (RF)

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top