Membangun Komunikasi Yang efektif di Era Pandemi By . dr Aisyah Dahlah CHt

  1. Otak Merupakan Pusat dari segala informasi dan kegiatan yang mengkoordinasi tindakan secara otomatis pada tubuh kita.
  2. Otak Manusia terdiri dari jaringan yang sangat banyak yang saling tersambung untuk menyampaikan informasi ke panca indera , sambungan tersebut (neurotransmiter )
    • Agar neurotransmitter nya menebal (anak menjadi pintar ) maka anak harus sering mengulang ngulang inormasi (pelajaran)
    • Untuk menjadi cerdas anak harus menemukan hal hal yang baru termasuk lingkungan baru dll , makanya butuh seperti jalan jalan ke lingkungan baru dan menemukan sesuatu yang baru .
  3. Agar komunikasi bisa berjalan dengan baik kepada anak maka Allah sudah mengaturnya dalam Surat Ali Imran ayat 159, Step nya adalah sampaikan dengan lemah lembut , jika masih kurang efektif maka maafkan mereka , kemudian mintakan mereka ampun , lakukan musyawarah dan bertawakallah.
  4. Mengapa kita harus melakukan dengan lemah lembut ? Dikhawatirkan mereka akan menjauh dan menemukan orang yang salah untuk berkomunikasi sehingga menerima informasi yang salah
  5. Kita harus memahami bahwa kebiasan anak dalam menerima informasi termasuk pelajaran itu ada yang lebih suka secara visual / melihat , ada yang lebih suka dengan mendengar /auditory tetapi juga ada yang bersifat kinestetik dimana dia bisa menerima infrormasi sambil bergerak .
  6. Untuk menjadikan komunikasi itu efektif , (berjalan di badan untuk dilakukan ) maka niatnya harus diucapkan , informasi tersebut akan berjalan sesuai dengan yang didengarkan , yang dilihat yang dipikirkan dan yang dirasakan . Makanya kalau kita ingin mengkomunikasikan sesuatu yang baik tetapi tidak mempertontonkan perilaku yang baik maka informasi itu tidak berjalan secara efektif. Maka ucapkan dengan baik dan berikan contoh yang baik.
  7. Otak mamalia atau otak emosional manusia , terdiri dari beberapa level berdasarkan tingkat frekuensinya , semakin tinggi frekuensinya maka semakin frekuensinya maka semakin baik , Manusia dengan tingkat frekuensinya diatas 700 Hz maka kekebalan tubuh dan vitalitasnya tinggi.
  8. Berdasarkan frekuensinya bisa diklasifikasikan menjadi beberapa level :
    • Apatis
    • Sedih
    • Takut
    • Nafsu /Buru buru
    • Marah
    • Sombong
    • Semangat
    • Menerima
    • Damai
    • Pencerahan
  9. Jika informasi yang kita sampaikan dengan level frekuensi otak dibawah semangat, contohnya di level marah maka komunikasi itu tidak akan berjalan dengan efektif karena pada saat itu batang otak kita menegang dan informasinya tidak sampai ke prefontal , sehingga hanya bertahan 1 x 24 jam , sehingga kita harus membuat batang otak kita rileks agar informasi nya sampai ke bagian depan dahi agar tersimpan lebih lama memorinya.
  10. Untuk meningkatkan frekuensi otak agar naik sampai minimal berada di level semangat , maka hal yang bisa kita lakukan adalah beristigfar dan bertahlil , lakukan lah denga berbisik tidak dengan emosi / meninggikan suara atau terlalu melemahkan sepertit didalam hati , tapi dengan berbisik sehingga CO2 yang dikeluarkan dari mulut lebih banyak dan O2 yang dihirup oleh hidung juga lebih maksimal sehingga menyebakan batang otak kita menjadi rileks .
  11. Begitu juga dengan sipenerima informasi , misalnya anak , kalau dalam keadaan dia marah atau buru buru maka informasi yang kita sampaikan juga tidak akan efektif maka usahakan menaikkan frekuensi otaknya dulu minimal sampai level semangat ( nafsu mutmainnah) dengan cara mengajak berbicara dan melakukan sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.
  12. Tuntunan kalimah “ Innalillahiwainnailaihirojiun “ dimana semuanya berasal dari Allah dan kembali kepada Allah, maka akan membuat batang otak kita menjadi rileks sehingga sesuatu yang baik itu bisa tersimpan dimemori yang memadai.
  13. Beristiqfarlah selalu , karena Allah berjanji kepada orang yang selalu berstigfar maka Allah akan memberikan solusi atas kesulitannya , penyelesaian untuk semua permasalahannya dan rejeki dari jalan yang tidak terduga .
  14. Otak dengaan frekuensi minimal dilevel semangat dan seterusnya merupakan nafsu mutmainnah , sebagai ibu kita harus memanage emosional karena inti magnet dari keluarga ada pada Ibu , keluarga akan bahagia kalau ibu nya bahagia , emosional yang termanage dengan baik akan memberi aura yang baik kepada keluarga
  15. Sebagai Closing statement dari beliau , bahwa Allah akan menjadikan sesuatu seperti yang kita fikirkan , oleh karena itu kita harus selalu berfikir positif , berprasangka baik agar semua energy itu mendorong untuk menjadikan semuanya menjadi baik . Tidak perlu menilai dan menghakimi orang dengan prasangka yang buruk agar energy negative itu tidak tertarik mendekati kita.

Penulis : Hj. Jayana Salesti,SE.Ak,MM.CA (Salah Satu Peserta Dari Wali Siswa)

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top