LENTERA SEMARAK MUHARRAM 1443 HIJRIYAH SDIT DARUSSALAM 01 BATAM

1 Muharram tahun baru Islam, ditandai dengan peristiwa besar yakni peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Saking mulianya, bulan Muharram dijuluki syahrullah (bulan Allah). Allah telah menjadikan bulan Muharram menjadi salah satu bulan haram atau bulan yang disucikan. Pada bulan Muharram juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Peringatan Muharram itu biasanya dengan mengadakan berbagai acara dan kegiatan perlombaan, pentas seni islami, dan bakti social serta kegiatan yang lainnya. Memperingati bulan Muharram di SDIT Darussalam 01 Batam kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di masa pandemik. Semua kegiatan dilakukan secara online. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah lomba baca tahfidz jus 30 bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 yang sudah wisuda tahfidz, lomba mewarnai gambar dan kaligrafi bagi kelas 1, 2, dan 3, lagu religi dari kelas 1 sampai kelas 6, lomba lagu religi bagi guru, dan bakti sosial. Bakti sosial kali ini untuk membantu warga sekolah saja dimana yang terdampak masa pandemik. Ada beberapa hal yang menarik nih pada  lomba kali ini yaitu lomba baca puisi online untuk siswa dan lomba menulis puisi untuk bapak/ibu guru.

Pembelajaran online membuat aktifitas anak lebih dekat dengan gedjet. Setiap hari mengerjakan tugas lewat gedjet. Jika orang tua tidak mendampingi atau memberi batasan pada anak dalam pemakaiannya dan anak tidak dapat memanfaatkannya dengan baik maka akan menimbulkan bahaya yang negatif seperti kecanduan game online. Kondisi ini juga dikarenakan belajar di rumah, rindu sekolah, tidak diperbolehkan keluar rumah sehingga bosanpun melanda jiwanya dan mencari hiburan kesenangan dengan bermain game ataupun tik tok yang sedang tren saat ini yang dapat membawa pengaruh negatif.

Hal tersebut di atas memunculkan ide kreatif kami untuk merancang Program Membaca Puisi Online. Program ini adalah yang pertama kali kami laksanakan dan rencana ke depan akan menjadi program rutin di SDIT Darussalam 01 Batam. Dalam rangga menggiatkan Program Literasi Sekolah untuk menumbuhkan daya minat baca pada siswa, menggali potensi yang terpendam, melatih percaya diri pada peserta didik, menggali kreatifitas, dan menumbuhkan kerjasama antara anak dan orang tua. Puisi yang dibacakan adalah puisi karya para juri. Peserta boleh memilih puisi mana yang akan dibacakan. Lafal, intonasi, ekspresi/mimik muka penjiwaan harus disesuaikan dengan isi puisi yang akan dibaca. Berikut puisi karya ketiga juri lomba baca puisi online SDIT Darussalam 01 Batam di mana mereka juga merupakan sebagai guru pegiat literari :

   

 

Aku Rindu

Tri Rahmawati, S.Pd

 

Sudah terlalu lama aku di rumah

Ingin sekali pergi ke sekolah

Bosan sudah mulai merambah

Jiwa terasa sangat lelah

 

Rindu sapa sayang guruku

Rindu senyum manismu

Rindu canda tawa teman-temanku

Rindu bermain di halaman bersama temanku

 

Sungguh aku rindu

Kapan kita bisa bertemu lagi?

Dalam ruang belajar nan asri

Bercengkerama penuh kehangatan saling berbagi ilmu

 

Jenuh ini sudah lama terasa

Namun tak dapat berbuat apa-apa

Selain melantunkan doa

Semoga segera kembali bisa menjemput asa yang tertunda

 

 

 

Rindu Senyuman

Dra. Indah Lestari Retnowati, S.Pd

 

Kulangkahkan kaki setiap pagi

Memasuki gerbang Darussalam

Senyum guruku menyambut hadirku

Kucium segera wangi tangannya

 

Seribu senyuman berlari-larian

Seribu senyuman berkejar-kejaran

Di halaman sekolahku

 

Senyuman pagi tinggal kenangan

Sejak corona mengganggu Indonesiaku

Sejak pandemi menyapa Darussalamku

 

Aku rindu senyum guru-guruku

Aku rindu senyum teman-temanku

Duhai Sang Maha Pengatur segala sesuatu

Kembalikan senyum Darussalamku

Kembalikan senyum Indonesiaku

Pak Mas Mentri

Ifal Defami, S.Pd

 

Pak Mas Mentri

Kapan berkahir pandemi?

Semua belajar serba klik dengan jari

Kirim tugas sana sini

Kalo telat ada yang japri

“Mohon tugasnya di lengkapi”.

 

Pak Mas Mentri

Guru dan orang tua kami, sudah vaksinasi

Apa kita boleh sekolah kembali?

Katanya ini bukan daring, tapi bunda bilang ini darting”. (Sedih)

 

Pak Mas Mentri

Kami rindu sekolah lagi

Ruang kelas, masjid, perpustakaan, laboratorium dan Kantin Pak Tukimin apa kabar?

Lama tak nampak di mata

Semoga baik-baik saja

.

Pak Mas Mentri

Dapet salam dari kami anak Indonesia

Punya sejuta do’a

Agar dunia bebas corona

 

Pak Mas Mentri

Kita PPKM ya!

Pelan-Pelan Kita Masuk Sekolah lagi ya pak?

 

Bulan Agustus adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan semangat juang pada peserta didik. Menanamkan nilai-nilai perjuangan di masa sekarang dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan mengikuti Lomba Baca Puisi Online.Awal sasaran program kelas 4, 5, dan 6 saja. Setelah dibuat informasi pengumuman lomba ada orang tua yang menginginkan anaknya mengikuti sementara dia masih di jenjang kelas rendah. Akhirnya kami memutuskan untuk semua jenjang diikutsertakan dalam perlombaan ini karena antusias walimurid.

Total pesera 38 siswa, laki-laki berjumlah 13 peserta dan perempuan 25 peserta. Dibandingkan dengan jumlah siswa seluruhnya memang belum seberapa tapi ini sudah sangat luar biasa buat kami karena baru pertama kalinya. Awalnya sempat pesimis namun berkat kerjasama walikelas, walimurid, dan medsos sebagai alat penyebaran informasi alhamdulilah berjalan lancar dan penuh semangat. Lomba ini melalui beberapa tahap yaitu pendaftaran, pengiriman video, semi final, Grend Final dan Final. Sungguh perjuangan yang luar biasa di antara kesibukan mengajar dan tugas yang lain. Ada yang menarik di lomba kali ini untuk Grend Finalnya yaitu video kami posting di IG SDIT Darussalam 01 Batam untuk mendapatkan like and comment dari netizen. Walimurid dan ananda sangat antusias mgengeshare untuk mendapatkan dukungan. Cara ini sekaligus untuk meramaikan medsos SDIT Darussalam 01 Batam dan edukasi bahwa gadjed dan medsos itu tidak selalu negatif. Medsos dan gadjed bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, menumbuhkan kreatifitas siswa.

Pemenang lomba baca puisi online favorit pilihan netizen yaitu :

  1. Ni Ketut Qiyamuri Andana kelas 4C membacakan puisi “Rindu Senyuman” mendapatkan like sebanyak 602.
  2. Arfa Fathurrahman kelas 3D membacakan “Pak Mas Mentri” mendapatkan like sebanyak 248.
  3. Riska Aulia Hernanda 6D membacakan “Rindu Senyuman” mendapatkan like sebanyak 191.

Pemenang lomba baca puisi online pilihan dewan juri terpilih tiga juara di setiap tingkatan kelas. Silakan dapat dilihat di IG dan Youtube SDIT Darussalam 01 Batam.

Perlombaan menulis puisi Muharam/Religi baru pertama kali diadakan. Menilis adalah sesuatu yang sepele tapi sulit dilakukan bahkan dikalangan para pendidik. “Tidaklah mudah menggerakkan tangan, angan, pikiran, dan hati agar bersinergi menghasilkan sebuah karya.” Menumbuhkan minat baca dan tulis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.. Membutuhkan kekuatan besar yaitu dukungan dari semua pihak agar terlaksana dengan baik. Ini menjadi catatan penting bagi penggiat literasi yaitu guru. Guru harus mencontohkan hal-hal yang baik kepada siswanya dengan terus belajar, berkreasi, berinovasi, dan berkarya. Membuat suatu karya tidak harus pandai dulu tapi yang terpenting adalah mau atau tidak memulai berkarya. Menulis puisi tidaklah harus puitis karena puisi adalah ungkapan dari hati, perasaan, angan, dan harapan bahkan bisa juga doa seseorang atau apapun yang kita rasa dan dilihat bisa menjadi sebuah puisi. Untuk menjadi mahir atau pandai perlu berlatih secara kontinu dan konsisten.

Menulis puisi atau cipta puisi ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SDIT Darussalam, meski penuh paksaan akhirnya mereka menulis dengan lihainya bak pujangga. Dari sekian banyak terpilihlah 11 puisi yang menyentuh hati dan memasuki babak final serta ditantang untuk membacakan puisi hasil karyanya dalam bentuk video. Akhirnya tiga orang pemenang ditentukan juri dengan alotnya memilih mereka.

Pemenang Kategori Cipta Puisi Terbaik adalah :

  1. Himayatul Aliyah, S.Pd puisinya berjudul “Muhasabah di Penghujung Hari”
  2. Marfuah, S.Pd.I puisinya berjudul ”Hijrah”
  3. Dwi Saptarini, S.Pd puisinya berjudul “Apabila Sujud Terakhirku”

Pemenang Kategori Video Baca Puisi adalah :

  1. Zelvia Herwina, S.Pd.I puisinya berjudul “Khilaf Bukan Khilaf”

2. Omas Sauludin, MM puisinya berjudul “Kemanakah Jiwaku Pergi?”

3. Rizki, S.Pd.I puisinya berjudul “Syukur”

 

Dibawah ini puisi pemenang terbaik :

  1. Muhasabah di Penghujung Hari

            Himayatul Aliyah, S. Pd

Apakah sholatku melindungiku dari perbuatan salah?

Apakah ayat suci yang kulantunkan mematikan rasaku tuk mengghibah?

Apakah dzikirku membuatku sabar menahan amarah?

Apakah ibadahku cukup membawaku ke Jannah?

 

Ya Rabb Yang Maha Membolak-balikkan hati

Teguhkanlah imanku padaMu

Ya Rahman Ya Rahim

Limpahi hidupku dengan kasih sayangMu

Ya Malik

Kuasai hati dan pikiranku hanya tertuju padaMu

Ya Quddus

Sucikan jiwaku tuk menggapai kemuliaan di sisiMu

 

Tak terhitung setiap napas yang dihela

Tak terkira nikmat sehatnya raga

Tak terduga taqdir setiap jiwa

Tak terhingga kasih sayangMu pada diri yang hina

 

Hina karena dosa yang menggunung

Membuat nyali harapanpun urung

Kutetap berdoa dalam galau dan bingung

Esok hari menjadi insan beruntung

 

Hijrah

Marfu’ah, S.Pd.I

 

Telah jauh kaki ini menapaki terjalnya jalan

Jalan kehidupan  duniawi yang hamba tak tahu kapan berakhir

Akhir dari cerita hamba menjadi penghujung yang baikkah . . .

atau . . .

 

Meski terjalnya jalan yang kutiti

Kutetap laju dengan damai

Dengan tulusnya langkah demi langkah untuk mencapai istiqomah

Ikhtiarku belum seberapa

 

Namun tekadku,

azzamku begitu kuat

Mulai saat ini, detik ini aku akan hijrah

Hijrah . . .

Mengubah sujudku semakin dalam

Mengubah tilawahku lebih panjang

Mengubah imanku kian tebal

Mengubah doaku lebih khusyuk

Mengubah pribadiku lebih ikhlas, tawadhu,  istiqomah, dan qonaah menapaki lorong waktu

Hingga tiba di penghujung hayat dengan gelar husnul khatimah

Aamiin ya Robbal ‘alamiin…

 

Apabila Sujud Terakhirku

Dwi Saptarini, S.Pd

 

Jika ini sujud terakhirku

Ya Rabb…

Jadikan ini sujud terindah

Teguhkan imanku dengan mengagungkan namaMu

 

Jika ini sujud terakhirku

Ya Rahman…

Ampunilah dosa-dosaku

Terlebih ketika aku tak menyadarinya

Menyakiti saudaraku melalui lisanku

Ampunilah aku…

 

Jika ini sujud terakhirku

Ya Kariim…

Andai diri ini tak layak di surgaMu

Masukkanlah ke dalam hamba hamba-Mu yang shalih

Hingga diri ini layak mendapat syafaat baginda Nabi agar menjadi penolong diri

Sungguh diri ini tak sanggup melihat nerakaMu

 

Jika ini sujud terakhirku

Ya Ghofur…

Kutinggalkan anak-anakku lindungilah mereka

Banyak pintaku padaMu Ya Rabb

Tetapi pintaku yang utama jadikanlah mereka  senantiasa taat kepadaMu

 

Jika ini sujud terakhirku

Kupasrahkan diri ini padaMu

 

Khilaf Bukan Khilaf

Zelvia Herwina, S.Pd.I

 

Dua puluh sembilan tahun sudah

Kutapaki bumi yang menua

Tersandar aku di pelataran asa

Tak kusangka, umurku separuh usia

 

Masa demi masa

Semua berlalu begitu saja

Di mana kitab yang dulu kutulis?

Di mana agenda yang selalu kuceklis?

 

Kini, ibadahku tak tertata

Hafalanku sirna

Apakah aku khilaf?

Apakah ini bukan khilaf?

 

Saudariku muslimah

Selalu istiqamah

Hijabnya terurai

Jubahnya menyapu lantai

 

Mahzab demi mahzab

Tanpa dosa kujadikan debat

 

Baiknya, kupukul batu ke kepala

Biar semua sirna, biar aku lupa

 

 

Kata khilaf hanya keparat

Dosa yang kuperbuat

Tiada obat selain taubat

Sebelum terlambat dan usiaku tamat

Kemanakah jiwaku pergi

 

Ke mana Jiwa Ini Akan Pergi?

Omas Sauludin, S.Pd. MM

 

Aku bertanya padamu

Ke mana jiwa ini akan kembali?

Bahwa mati akan menemui

dan Neraka itu pasti tak akan sendiri

surga? dia hanya memanti

 

Kau sombong atas ujaran

bahwa predikatmu akan dijanjikan kenikmatan

padahal dalam keseharian

hanya dunia yang kau minatkan

 

Pernahkah engkau bergelimang keihlasan

ataukah bergumul dengan perjuangan

Bila tak

Surga hanya menanti namun tak engkau temui

 

Apakah dalam gelap engkau tengkurap

ataukah engkau sembah si pembuat

Dan apakah dalam ramai engkau memuji

ataukah terbawa pusaran kanan kiri

tanya pada hati

Pantaskah surga memelukmu ataukah neraka memanggangmu?

 

Syukur

Moh. Rizki, S.Pd.I

 

Ketika sang surya mulai menutup diri.

Lantunan panggilan mulai berdiri.

Bertanda aku mulai mengakhiri akti’fitas hari ini.

Berujung syukur atas nikmat hari ini.

 

Kukedipkan mata ini

Berkali dan tak terhitung.

daku sadari ….

Cinta kasihmu mengalir dalam nadi.

nikmatmu terasa di hati.

 

Kusuarakan petunjukmu di sore ku.

Bersujud di sepertiga malamku.

Bersimpuh di hadapanmu.

Hanya dengan cahayamu hatiku bisa hidup lagi.

Hingga dindingnya bersinar kembali.

 

Wahai zhat yang terkasih.

Tak ada yang mampu ku perbuat.

Saat tubuh kian rapuh.

Menunggu waktu untuk kembali.

Alhamdulilah, semua rangkaian acara perlombaan berlangsung meriah, lancar, dan antusias. Selamat kepada para pemenang lomba Muharam semuanya. Teruslah berkarya mengukir prestasi menjadi anak negeri berprestasi membanggakan ibu pertiwi. Buat bapak/ibu guru semua teruslah berkarya menggerakkan literasi mengukir prestasi menjadi contoh anak-anak bangsa berbudi pekerti menjadi insan yang kreatif, inovatif dan comunicatif. Nantikan karya puisi bapak/ibu guru dan karyawan SDIT Darussalam 01 Batam dalam buku berjudul “Lentera Doa” yang akan segera terbit. Kurang lebihnya mohon maaf, nantikan di even berikutnya ya…

Terima kasih

Salam Literasi

Tri Rahmawati, S.Pd

 

Share Postingan Ini Jika Bermanfaat :

11 thoughts on “LENTERA SEMARAK MUHARRAM 1443 HIJRIYAH SDIT DARUSSALAM 01 BATAM”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top